Posts

Showing posts with the label ibu

Puisi Triya Permata Sukma

Image
Puisi Triya Permata Sukma - Kedua puisi ini dibuat oleh Triya Permata Sukma tahun lalu (2015) ketika ia berada di kelas VII Abu Bakar SMP IT Arraihan. Saat ini, Triya merupakan siswi kelas VIII Imam Hanafi. Ia menuliskan puisi bertema "Ibu" dan "Sahabat". Semoga kedua puisi ini dapat menyampaikan perasaan Triya saat ia menuliskannya. IBU Ibu, kau selalu di sisiku. Kau, selalu menasehatiku. Kau susah payah, melahirkanku. Ibu, kau berjuang ketika detik-detik melahirkanku. Antara hidup dan mati. Oh ibu, aku selalu menyusah-payahkan dirimu. Aku mau ini; kau turuti. Aku mau itu; kau turuti. Ibu, bertapa mulianya dirimu. Ibu, kau telah merawat diriku dari kecil sampai besar. Oh ibu, entah bagai mana aku membayar semua yang telah kau berikan kepadaku. Surga ada di telapak kaki ibu, maka jangan sekali-kali kamu membuat ibu menangis. SAHABAT Kaulah sahabatku. Kau selalu bersamaku. Kau menemaniaku ketika aku sedih. Kau selalau membuat ku tertawa. ...

Puisi Sultan Arya M.

Image
Puisi Sultan Arya M. - Puisi berjudul 'Pahlawanku' dan 'Ibu' kali ini ditulis oleh Sultan Arya M. siswa kelas 7 SMP IT Ar-Raihan Bandarlampung. Selamat membaca! Puisi Sultan Arya M. Ibu Karya Sultan Arya M. Oh ibu engkau merawatku sepenuh hati Ibu engkau  bagai matahari yang menyinari bumi Ibu engkau dimataku seperti orang yang kusayangi sepenuh hati Ibu tanpamu aku tak berdaya Oh ibu tanpamu aku hanyalah sebatang kara Oh ibu maafkan lah aku karena sudah membuat mu marah Aku tak tahu bahwa engkau marah berarti sayang kepadaku Ibu engkau bagai malaikat yang turun dari surga untuk merawatku Ibu engkau mengandungku 9 bulan dengan penuh kasih sayang Ibu engkau bagai sang surya yang menyinari dunia Pahlawanku Karya Sultan Arya M.    Oh pahlawanku Oh pahlawanku engkau bagai pelindung bangsa Engkau melindungi bangsa dengan tumpah darah Oh pahlawanku engkau memberontak penjajah yang datang Apa jadinya jika tidak ada pahlawan Maka akan bertambah yang menjajah Ole...

Puisi Niken Febiola

Image
Puisi Niken Febiola - Kedua puisi di bawah ini ditulis oleh siswi kelas 7 SMP IT Ar-Raihan Bandarlampung bernama Niken Febiola. Sila membaca! Puisi Niken Febiola                                                       Keluarga                                               Keluarga ku tercinta.......                                  Rasa cintak...

Puisi Naufal Maulana Riancita

Image
Puisi Naufal Maulana Riancita - 'Curhatan Seorang Rakyat Kecil' dan 'Matahari' kali ini adalah puisi yang ditulis siswa kelas 7 SMP IT Ar-Raihan Bandarlampung. Selamat menikmati puisi ini. MATAHARI Oh matahari kau akan tenggelam Meninggalkan kami sesaat lalu kembali untuk memberikan khasiatmu dipagi hari kelak Tanpamu Kami takkan bernafas Takkan Bisa menghirup oxygen Karena tanpamu Pohon takkan ber fotosintesis Tanpamu aku rapuh Tulangku rapuh karena tak mendapatkan bantuan mengolah vitamin D dari cahayamu Alangkah Cepat Aku Mati tanpamu Banyak diantara mereka yang mengolok olokmu karena kau membuat kulit mereka hitam, membuat mereka kepanasan, itu semua karena mereka tidak mengerti akan khasiatmu.Wahai matahri Tanpamu aku akan menjadi tulang yang diselimuti debu Oh Matahari terbitlah enkau dipagi nanti Karya : Naufal Maulana Riancita Puisi Naufal Maulana Riancita CURHATAN SEORANG RAKYAT KECIL Wahai Bapak Negara Kami Yang Bijaksana Banyak Rakya...

Puisi Nadira Hisya

Image
Puisi Nadira Hisya - Puisi 'Dia yang Menyendiri' dan 'Ibu' kali ini adalah puisi yang ditulis siswi kelas 7 SMP IT Ar-Raihan bernama Nadira Hisya. Silakan membaca dengan bahagia! Puisi Nadira Hisya Dia Yang Menyendiri Karya : Nadira Hisya   Dia yang menyindiri  di tepi pantai Teriknya matahari yang menyinari tubuhnya Memandang deburan ombak yang sangat kencang Perlahan - lahan  pun  daun berguguran Melihat aku yang  slalu menyendiri Seandainya ada yang menghiburku Maupun dalam kesedihan dan setiap aku ada masalah  Disetiap menit atau detik yang berputar Aku mau seseorang berteman denganku agar aku tak menyendiri lagi Ibu Karya : Nadira Hisya   Ibu kau adalah separuh jiwaku Engkau hadir disetiapku ada masalah Ibu yang membesarkan aku dari kecil hingga saat ini Ibu slalu tersenyum disaat aku tersenyum Disetiapku menangis ketakutan kau yang menenangkanya Disetiapku bahagia kau ikut bahagai Kau yang menerangi desetiap kegel...